Tetes hujan merintih ditengah kangen ku, jika usai hujan di senja ini,

ku berharap pelangi dihadirkan oleh Tuhanku, untuk mengobati rindu yang semakin meronta diujung kalbu.

Sunday, December 1, 2024

Nyata, Maya, Gelap


Nyata.
Waktu membuka mata, dan melihat
matahari bersinar dengan teriknya.
Waktu tersenyum karena keinginan,
bukan karena paksaan.
Waktu melihat senyum tulus yang
memberi ketenangan.
Waktu dipeluk saat butuh tempat
bersandar.
Waktu tertawa karena bisa mendapat
apa yang dicita-citakan.
Waktu memiliki seseorang yang selalu
melindungi dari semua kesepian.
Waktu terungkapnya sebuah kejujuran.
Maya.
Saat hanya ada sebuah cahaya yang
menerangi dalam kegelapan, tapi sama
sekali tak bisa dijangkau mata.
Saat melihat dan mengagumi dari jauh.
Saat menangisi sesuatu tanpa sebab.
Saat mengharapkan tanpa berusaha.
Saat memanggil namamu dalam
mimpi.
Saat membohongi diri sendiri.
Saat tidak adanya ketegasan.
Saat kenyataan mulai tak bisa dipikirkan
dengan logika.
Saat nyata berwarna abu-abu.
Gelap.
Ketika tengah malam tiba dan tak
satupun cahaya yang menerangi.
Ketika tak ada lagi harapan.
Ketika melihat yang diingikan tak mau
menoleh ke belakang.
Ketika kehilangan semangat.
Ketika berdiri tanpa melakukan apa-
apa.
Ketika mengharapkan tanpa kejelasan.
Ketika tak ada kata maaf dari
seseorang.
Ketika diasingkan, tidak dipedulikan,
dan tidak lagi diberi kepercayaan.
Ketika maya mulai memudar.

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...